Loading...
Saat malam pertama? saya menangis, ? kata seseorang teman membuka
kisahnya pada kami. Situasi santai mendadak berubah mendengar kalimat
itu.

?Mengapa kamu menangis di saat bahagia seperti itu?, ? pertanyaan salah seseorang rekan mewakili ketidaksabaran kami. ?Aku menangis karena terbebani fikiran, bagaimana caranya mengembalikan hutang untuk resepsi siang tadi, ? jawaHIDIPKUbnya seraya mencertakanlebih lanjut mengenai resepsi pernikahannya yang menelan biaya sangat besar sementara kekuatan finansialnya terbatas. Keluarga terpaksa sekali berhutang.Jadi, menikah itu tidak harus mahal. Tidak harus menyusahkan diri dengan berhutang banyak. Apalagi masalah mahar, di negeri ini dapat sangatlah dipermudah.

?Mengapa kamu menangis di saat bahagia seperti itu?, ? pertanyaan salah seseorang rekan mewakili ketidaksabaran kami. ?Aku menangis karena terbebani fikiran, bagaimana caranya mengembalikan hutang untuk resepsi siang tadi, ? jawaHIDIPKUbnya seraya mencertakanlebih lanjut mengenai resepsi pernikahannya yang menelan biaya sangat besar sementara kekuatan finansialnya terbatas. Keluarga terpaksa sekali berhutang.Jadi, menikah itu tidak harus mahal. Tidak harus menyusahkan diri dengan berhutang banyak. Apalagi masalah mahar, di negeri ini dapat sangatlah dipermudah.